Agama  

Ramadhan Bulan Menumpuk-Numpuk Pahala

Siapa yang tidak tertarik dengan jamuan Allah: nafasmu dihitung sebagai tasbih dan tidurmu sebagai ibadah.

banner 120x600

Banyak sebutan untuk bulan Ramadhan: bulan rahmat, bulan berkah dan bulan ampunan. Satu sebutan lagi yaitu bulan menumpuk-numpuk pahala. Hal ini disebutkan dalam khutbah Rasulullah saat menyambut Ramadhan.

Ir. HM. Haitami, pengasuh Ponpes Babussalam yang Jum’at malam (20/3) menyampaikan ceramah tarawih di Masjid Nurul Yasin Bonea mengajak jamaah menumpuk-numpuk pahala di bulan Ramadhan ini.

Dalam bulan Ramadan ini pahala sedekah dilipatgandakan seribu kali. Jika kita bersedekah dengan uang Rp. 1.000 maka pahalanya seperti bersedekah satu juta. Bahkan Rasulullah mengatakan: takutlah kepada Allah walau dengan sebiji kurma.

Maknanya jika kita hanya memiliki sedikit makanan jangan segan-segan untuk memberikannya kepada orang lain sebagai makanan buka puasa. Tidak perlu menunggu bersedekah dengan nasi box atau es campur. Intinya jangan sia-siakan kesempatan untuk bersedekah walau hanya dengan sebiji kurma dan seteguk air.

Dalam bulan Ramadan ini bahkan keluar masuk nafas kita dihitung sebagai tasbih dan tidur kita dihitung sebagai ibadah. Hal ini menunjukkan agar kita menjaga panca indera kita dari hal-hal yang dilarang. Daripada mengurangi pahala puasa maka lebih baik gunakan waktu untuk tidur.

Pahala membaca Al Quran lebih hebat lagi. Jika kita membaca satu huruf maka pahalanya seolah-olah membaca satu ayat, membaca satu ayat pahalanya seperti membaca satu surat, membaca satu surah pahalanya seperti membaca satu mushaf Al Quran. Memahami hal ini maka dalam satu hari di bulan Ramadan ini kita bisa mengkhatamkan Al Quran berkali-kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *