Kembali datangnya bulan Ramadhan harus dimaknai sebagai kasih sayang Allah Swt kepada hambaNya. Dengan adanya Ramadhan manusia dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu diantaranya kecintaan pada harta benda, suami/istri, anak dll. Demikian inti ceramah tarawih semalam (18/02) yang disampaikan Ir. HM. Haitami dihadapan jamaah Masjid Al Furqan Parappa Regency.
Penceramah mengutip Qs. Ali Imran (3): 14 yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

Kecintaan manusia pada berbagai hal tersebut merupakan fitrah yang diberikan Allah Swt kepada manusia. Karenanya maka ada pepatah “gunung kan kudaki, lautan kuseberangi” saat seorang lelaki hendak menemui perempuan pujaannya. Ada orang yang menumpuk-numpuk harta sampai 7 turunan karena memang ingin membahagiakan anak keturunannya.
Bayangkan jika kecintaan pada lawan jenis tidak ada, niscaya tidak ada pertambahan manusia dan dunia pun akan sepi tidak berpenghuni. Atau karena tidak ada yang menyukai emas maka pertambangan emas yang membuat terowongan ribuan meter dibawah permukaan tanah juga tidak ada.
Disisi lain kecintaan pada lawan jenis, anak, kendaraan, harta benda dll harus dikendalikan agar kelangsungan hidup ini terjaga. Disinilah fungsi hadirnya bulan Ramadhan setiap tahunnya agar manusia bersedia merenungi kehidupannya.














