Agama  

SEPENGGAL AYAT YANG MENGGONCANG

Subuh Jum'at berkah di Masjid Rahmatan Lil Alamin dirangkaikan pembagian santunan dan coffee morning.

banner 120x600

Ada seorang ulama Syaikh Musa yang selalu memulai ceramahnya dengan menyitir Qs. Ali Imran (3): 133-134,

 

“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan”.

 

Beliau mempunyai seorang pembantu yang bertugas menyiapkan air untuk berwudlu. Suatu saat pembantunya terlambat bangun, bahkan harus beliau bangunkan dan akhirnya bangun juga.

 

Sambil masih mengantuk pembantunya tersebut segera mengisi ceret dengan air untuk wudlu beliau. Karena masih mengantuk tak sengaja air yang keluar dari ceret tidak tepat dengan telapak tangan yang siap menadah, namun mengenai wajah beliau.

 

Seketika wajah Syaikh Musa memerah hendak marah. Namun pembantunya tidak kalah cerdas, dia katakan: wal-kâdhimînal-ghaidha, yang artinya orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya. Maka beliau pun tidak jadi marah dan malahan tersenyum.

 

Rupanya pembantunya itu menyimak apa yang selalu Syaikh Musa katakan dan menemukan momen yang tepat untuk mempraktekannya. Inilah sepenggal ayat yang menggoncang. Dari kata “kadhim” (mengendalikan) akhirnya beliau mendapat tambahan nama Musa Al Kadhim.

 

Inilah diantara butir kuliah subuh yang disampaikan Ust. Muchtar Tanete, S.Ag. pada Jum’at, 21 Agustus 2026 di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Kota Benteng Kab. Kepulauan Selayar. Setiap Jum’at di masjid ini diadakan kuliah subuh yang dilanjutkan dengan pemberian santunan 10 kantong beras dan coffee morning.

 

Pada kesempatan tadi hadir Wakil Bupati Drs. H. Muhtar, MM. yang rumah jabatannya memang berdekatan dengan Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Juga camat Benteng Andi Mastatar, S.Pd.I., Ketua Baznas Drs. H. Odding Karim, MH.

 

Jamaah terlihat membaur dan berbincang dengan para pejabat dan tokoh masyarakat disaat coffee morning. Hal ini sangat bermanfaat guna kelancaran komunikasi dan menjaga kondusifitas masyarakat. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya, sedangkan pejabat menyampaikan pesan-pesan tanpa sekat dan protokoler.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *