Agama  

H. SAIFUL ARIF, SH. SERUKAN UMMAT ISLAM PUASA 9-10 MUHARRAM

Puasa Asyura berpahala menghapus dosa setahun sebelumnya.

banner 120x600

H. Saiful Arif, SH. seorang anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Selayar yang juga mantan Wakil Bupati 2 kali menyerukan ummat Islam untuk melaksanakan puasa sunat tanggal 9 dan 10 Muharram 1448 H. Hal ini disampaikan saat memberikan tausiyah di hadapan jamaah GASS (Gerakan Ahad Shalat Subuh) di Masjid Al Mubarak Lorong Bambu pada Ahad 21/06/2026. Menurut kalender Muhammadiyah puasa tersebut dilaksanakan pada Rabu-Kamis, 24-25 Juni 2026.

 

Puasa tanggal 10 Muharram dikenal dengan istilah puasa Asyura guna memperingati beberapa peristiwa yang dialami para nabi dan rasul, diantaranya:

1. Diterimanya taubat Nabi Adam setelah peristiwa memakan buah khuldi.

2. Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di Bukit Judiy.

3. Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembakaran oleh raja Namrud.

4. Nabi Yusuf bebas dari penjara dan bertemu dengan ayahnya Nabi Yakub.

5. Kembalinya penglihatan Nabi Yakub setelah hilang akibat kesedihan mendalam.

6. Nabi Ayyub sembuh dari penyakit kulit.

7. Nabi Musa membelah Laut Merah menghindari kejaran tentara Fir’aun.

8. Nabi Yunus selamat dari ikan hiu setelah 40 hari berada di perutnya.

9. Nabi Idris diangkat pada derajat mulia.

10. Hijrah Rasulullah Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah.

 

Pahala puasa sunat sehari pada hari Asyura ini disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw, “Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.” HR. Muslim.

 

Mengenai puasa tanggal 9 Muharram yang dikenal dengan puasa Tasua Rasulullah Saw menyatakan bahwa puasa Tasua memiliki kedudukan sebagai penyempurna dari puasa Asyura. “Sungguh, jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” HR. Muslim.

 

Mengerjakan Tasua bersama Asyura artinya mengikuti apa yang sangat diinginkan oleh Rasulullah SAW sendiri, sebuah kehormatan tersendiri bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” HR. Muslim.

 

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.” QS. At-Taubah: 3.

 

Para ulama menyebutkan bahwa amal kebaikan di bulan haram pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. Artinya, puasa Tasua dan Asyura yang dikerjakan di bulan ini mendapatkan keberkahan ganda dari segi waktu dan amalannya sekaligus.

 

Acara GASS yang digagas setiap Ahad subuh diikuti seluruh anggota PCM Benteng berjumlah 30-40 orang ditambah jamaah masjid setempat. Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan santunan berupa beras kepada 3 orang jamaah, masing-masing 1 kantong seberat 5 km. Sedangkan donasi yang dihimpun dari jamaah yang lain pada Ahad kemarin terkumpul Rp. 318.000,-

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *