Berita  

KEBAHAGIAAN SANTRI, TIAP PEKAN ADA 2-3 KALI AQIQAH DI BABUSSALAM

Aqiqah adalah lambang kesyukuran tingkat tinggi karena sejak dini seorang anak sudah diajarkan berbagi.

banner 120x600

Setelah sedikit berkurang di bulan Ramadhan, masyarakat yang mempercayakan aqiqah putra-putrinya di Pesantren Babussalam kembali normal. Dalam sepekan rata-rata terdapat 2-3 kali aqiqah di Babussalam, baik dengan seekor atau dua ekor kambing. Adanya aqiqah dari masyarakat ini otomatis meningkatkan asupan protein bagi 170 santri beserta 30 asatidz.

 

Sabtu (28/03) kemarin seorang warga Dusun Bontoala Desa Harapan Bontosikuyu mempercayakan aqiqah putranya di Babussalam. Dalam ceramah pengantar aqiqah Ir. H. Muhammad Haitami mengungkapkan rasa terima kasih karena ramainya masyarakat Selayar menyelenggarakan aqiqah di Babussalam. Aqiqah adalah ibadah yang mencerminkan kesyukuran tingkat tinggi pelakunya. Seorang bayi yang baru lahir diajar menebar rahmat bagi lingkungannya. Besar harapan kelak menjadi seorang yang gemar berbagi dan bersedekah.

 

Dalam hadits tentang aqiqah disebutkan terdapat 3 rangkaian acara aqiqah yaitu: menyembelih kambing, menggunting rambut dan memberikan nama anak yang baru lahir. Kambing yang disembelih adalah seekor untuk bayi perempuan dan 2 ekor bagi bayi laki-laki. Berbeda dengan penyembelihan qurban, daging aqiqah dibagikan dalam bentuk masakan sehingga mengundang orang-orang untuk makan bersama. Disinilah santri Babussalam ikut merasakan manfaat adanya aqiqah.

 

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya.

 

Aqiqah hendaknya dilakukan pada saat anak berumur sepekan atau 2 pekan. Jika belum ada kemampuan untuk melaksanakannya maka dan dilakukan setelah itu. Memberi nama anak haruslah yang mengandung doa dan harapan. Nama-nama nabi diambil (Adam, Ibrahim, Ismail, Musa dll) dengan harapan meneladani sifat-sifat mereka. Ada lagi menggunakan asmaul husna, misalnya Abdul Razak, Abdul Ghafur atau Abdul Rahman.

 

Pelaksanaan aqiqah di Babussalam tidak memerlukan persyaratan tertentu. Boleh mengantarkan kambingnya untuk disembelih di Babussalam atau membeli kambing yang sudah dipelihara pondok. Boleh juga ditambah beras dan uang pembeli bumbu sate. Pihak Babussalam menghimbau agar semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya aqiqah dan mempercayakan pelaksanaannya di Babussalam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *