Masalah ketahanan pangan dimuat dalam kitab suci Al Quran saat berkisah tentang Nabi Yusuf. Saat itu Raja Mesir bermimpi tentang 7 sapi yang gemuk dimakan 7 sapi yang kurus dan adanya 7 bulir gandum yang subur dan 7 bulir gandum yang kering.
Yusuf yang saat itu berada di penjara dihadapkan kepada raja untuk mentakwilkan mimpi tersebut. Menurut Yusuf Mesir akan mengalami masa paceklik selama 7 tahun setelah masa subur 7 tahun. Untuk itu harus dilakukan penghematan pangan sebagai persiapan menghadapi musibah paceklik.

Hal ini diungkapkan oleh Ir. H. Muhammad Haitami, Pembina Pesantren Babussalam saat bertindak sebagai imam dan khatib Idul Fitri 1447 H (20/03) di halaman Masjid Syuhada 45 Kel. Batangmata Sapo Kec. Bontomatene. Shalat Ied diikuti sekitar 600 warga masyarakat yang memenuhi halaman hingga jalan disamping masjid.
Program ketahanan pangan melalui GEMERLAP dan GEMETAR yang dicanangkan Bupati HM. Natsir Ali dan Wabup Drs. H. Muhtar, MM. harus didukung oleh masyarakat luas mengingat Selayar adalah kabupaten kepulauan. Sudah sering Selayar mengalami kelangkaan BBM, gas bahkan beras karena cuaca kurang bersahabat sehingga angkutan penumpang dan barang terganggu.
Jika zaman Nabi Yusuf isyarat kelangkaan pangan ini muncul lewat mimpi raja maka di zaman sekarang dipresentasikan oleh para ahli ilmu pengetahuan, seperti pertanian, cuaca, perikanan, perhubungan, pertanahan dll. Program GEMERLAP akan mengembalikan Selayar sebagai pulau kelapa setelah selama ini terlihat kurang perawatan. Tanaman kelapa adalah simbol kekayaan masyarakat karena tumbuh dalam areal tanah tertentu. Dalam aturan adat tanaman kelapa juga sering dijadikan panai, pemberian dari calon mempelai lelaki kepada mempelai perempuan.
Sedangkan program GEMETAR diarahkan guna memanfaatkan lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan masyarakat. Pemerintah menganggarkan Rp. 1,6 M untuk pengadaan benih jagung dan masyarakat tinggal menyiapkan lahannya. Bulog dan perusahaan pakan ternak swasta siap menampung panen jagung masyarakat hingga 10.000 ton.

Motto Bupati HM. Natsir Ali adalah menciptakan Selayar yang lebih maju dan sejahtera. Semoga dengan adanya Program Gemerlap dan Gemetar motto tersebut dapat diwujudkan. Generasi muda yang menempuh pendidikan di Makassar dan menjadi sarjana hendaknya bersedia pulang ke kampung halamannya menjadi penggerak pembangunan. Banyak sekali hasil bumi Selayar yang perlu ditingkatkan nilai tambahnya sehingga tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.














