Gelaran MTQ ke-34 Tingkat Kab. Kep. Selayar telah berakhir Sabtu (14/2) dan ditutup secara resmi oleh Bupati HM. Natsir Ali di Masjid Rahmatan Lil Alamin. Ada satu fakta yang sudah diketahui umum yaitu dominasi santri Babussalam sebagai peserta pada setiap gelaran MTQ dan STQ yang dilaksanakan bergantian setiap tahunnya.
Menurut Muhammad Ilyas, S.Pd.I, sekretaris Babussalam, tahun ini Ponpes Babussalam mengikutsertakan 63 santrinya pada gelaran MTQ ke-34 Tingkat Kab. Kep. Selayar guna memperkuat kafilah dari berbagai kecamatan, diantaranya Bontoharu (34 santri), Pasimasunggu (13 santri), Bontomanai (14 santri) dan Pasimarannu (2 santri). Jumlah peserta dari kalangan santri Babussalam ini akan semakin besar jika ditambah dengan alumni, yaitu peserta yang pernah belajar di Babussalam dan kemudian melanjutkan pendidikan di tempat lain (MAN, SMA, bahkan kuliah di Makassar).

H. Saiful Arif, SH, Pengurus Harian Yayasan sekaligus mantan Wakil Bupati mengungkapkan kebanggaannya bahwa Babussalam mampu mewarnai setiap penyelenggaraan MTQ dan STQ di Selayar. Bahkan beliau katakan: siapapun pemenangnya, juaranya tetap Babussalam.
Keberadaan santri Babussalam bukan saja sebagai peserta namun juga menyabet berbagai juara, diantaranya Yuswandi (Bontomarannu) sebagai Juara I Lomba Kaligrafi, diharapkan lanjut bertanding di MTQ Tingkat Propinsi Sulsel di Maros pada April 2026 mendatang. Lainnya adalah Muh. Adnan Faisal (Bontoharu) Juara I Tahfizh 20 Juz, Ahmad Lutfi (Bontoharu) Juara I Tahfizh 30 Juz. Sedangkan yang memperoleh predikat Juara II ada 5 orang/tim dan Juara III ada 7 orang/tim.
Mengenai adanya peserta dari luar Selayar yang ikut bertanding, H. Saiful Arif, SH. mengemukakan memang dibenarkan oleh aturan, yaitu sepanjang KTP-nya Sulsel. Hanya saja beliau dulu saat menjabat Wabup dan Ketua LPTQ memberikan batasan pernah menimba ilmu di Selayar. Disisi lain ada santri Babussalam yang gagal menjadi peserta (Jabaru’din) karena KTP-nya Maumere Flores.
Kebijakan ini memiliki sisi plus dan minus. Minusnya, boleh jadi Juara I akan diborong peserta dari luar Selayar karena rata-rata kualitas mereka lebih baik berkat hasil didikan di berbagai lembaga. Peserta dari Selayar hanya kebagian Juara II dan III. Sisi positifnya adalah motivasi agar pembinaan di Selayar ditingkatkan sehingga mampu bersaing dengan peserta dari luar, atau bahkan mampu menjadi utusan peserta MTQ/STQ di kabupaten lain.














