Para khatib Jumát, 10 April 2026 di Kab. Kep. Selayar serentak menyampaikan khutbah dengan tema “Illegal Logging dan Illegal Fishing Sorotan Al Quran dan Sunnah” sesuai arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Forum Silaturrahmi Antar Muballigh (FORSAM). Hal ini tak lepas masih adanya penangkapan ikan oleh nelayan menggunakan bom ikan dan penebangan pohon berlebih yang mengancam kelestarian lingkungan.
Ir. H. Muhammad Haitami, Pembina Babussalam yang menjadi khatib di Masjid Rahmatan Lil Alamin memandang illegal logging dan illegal fishing ini dalam 2 skala. Untuk skala global harus difahami posisi Indonesia yang sangat strategis yaitu sebagai paru-paru dunia karena memiliki hutan terluas ke-3 setelah Brasil dan Kongo Afrika. Luas hutan Indonesia sekitar 95 juta hektar, terutama terdapat di Kalimantan dan Papua.
Jika hutan di Indonesia rusak maka berakibat terjadinya pemanasan global, kenaikan tinggi air laut, hilangnya habitat hewan dll. Kenaikan tinggi air laut menyebabkan banyak daratan terendam laut, hilangnya habitat hewan berakibat berkurangnya pasokan makanan dll. Di tingkat lokal jelas menyebabkan tanah longsor, banjir, berkurangnya ketersediaan air dsb.
Sedangkan dampak illegal fishing adalah hilangnya potensi ekonomi yang cukup besar karena kekayaan laut yang dicuri dari tengah laut sangatlah banyak dan sulit dideteksi. Disamping itu adalah terganggunya kedaulatan bangsa karena pelaku illegal fishing adalah bangsa asing yang pastinya juga akan berbenturan dengan nelayan lokal.
Di tingkat lokal Kab. Kep. Selayar kejadian illegal logging dan illegal fishing lebih disebabkan kurangnya informasi dan rendahnya kesejahteraan masyarakat. Masyarakat Selayar yang dikenal agamis dan memiliki ikatan kekerabatan yang kuat diharapkan mencari sumber nafkah yang tidak melanggar aturan pemerintah.
Kekayaan laut dan hutan di Selayar adalah sumber kehidupan untuk anak cucu, jangan dirusak atau dihabiskan. Salah satu penghargaan tingkat nasional yang diperoleh Selayar adalah Juara I Penataan Ekosistem Laut, yaitu penangkaran hiu di Tinabo Kec. Takabonerate.
Program Pemerintah Kab. Kep. Selayar yang dicanangkan Bupati H. Muhammad Natsir Ali dan Drs. H. Muhtar, MM. Berupa GEMERLAP dan GEMETAR berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selayar yang memiliki garis pantai 680 km akan dipenuhi pohon kelapa yang mampu berbuah dalam 6-7 tahun kedepan. Sedangkan penanaman jagung adalah untuk ketahanan pangan dan industri pakan ternak. Diharapkan Selayar mampu memasok 10.000 ton jagung setiap tahunnya.
Jika tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat niscaya tidak ada lagi illegal logging dan illegal fishing di Bumi Tanadoang tercinta.


